Archive for the ‘ISLAM’ Category

Cara Hidup Islam

Jumat, April 6th, 2012
Hidup ini tak selamanya indah. Kadang karam dipukul ombak, kadang tenang bagaikan angin bayu yang menyapa. Tak ada siapa dapat menjamin kebahagiaan dan kesenangan dalam kehidupan ini.

Cuma DIA, dan kalam indahNYA yang menjadi penawar bagi setiap kesulitan dan kedukaan. Hayatilah setiap bait-bait kalam Ilahi dalam al-Insyirah.

Hati yang sabar, jiwa yang tenang walau dilanda badai, pasti akan beroleh kebahagiaan dan kegembiraan bila redha dengan setiap ujian daripadaNYA. InsyaAllah bi iznillah. Allahul Musta’aan..~

Sabar dan tersenyumlah! ๐Ÿ™‚

sumber : islam itu indah http://www.islamituindah.my

Iklan

Allah Menjamin Rezeki Setiap Makhluk

Senin, April 2nd, 2012

Allah Menjamin Rezeki Setiap Makhluk

Jika kita melihat dan memperhatikan fenomena-fenomena yang terjadi belakangan ini, maka kita akan mendapati sebagian dari kaum muslimin berada dipinggir jalan mencoba mengais rezeki dengan menengadahkan tanganya kepada setiap orang yang melintas. Ini adalah suatu pemandangan yang sangat memilukan hati. Padahal meminta-minta adalah perbuatan yang tercela didalam. Mereka tinggalkan usaha atau berkarya dengan tangan mereka sendiri. Padahal Allah -Subhanahu wa Taโ€™ala- telah menjamin rezeki bagi mereka. Allah -Subhanahu wa Taโ€™ala- berfirman:

ูˆูŽู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฏูŽุงุจู‘ูŽุฉู ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูุฒู’ู‚ูู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู…ูุณู’ุชูŽู‚ูŽุฑู‘ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูุณู’ุชูŽูˆู’ุฏูŽุนูŽู‡ูŽุง ูƒูู„ู‘ูŒ ูููŠ ูƒูุชูŽุงุจู ู…ูุจููŠู†ู

Artinya : “tidak ada satu binatang melatapun di bumi ini melainkan Allahlah yang mengatur rezekinya.”(QS Hud: 6)

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam – bersabda :

ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุชูŽูˆูŽูƒู‘ูŽู„ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูŽูˆูŽูƒู‘ูู„ูู‡ู ู„ูŽุฑูŽุฒูŽู‚ูŽูƒูู…ู’ ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฑู’ุฒูู‚ู ุงู„ุทู‘ูŽูŠู’ุฑูŽ ุชูŽุบู’ุฏููˆ ุฎูู…ูŽุงุตู‹ุง ูˆูŽุชูŽุฑููˆุญู ุจูุทูŽุงู†ู‹ุง

Artinya : “Seandainya kamu sekalian benar-benar tawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Ia memberi rezeki kepada burung. Dimana burung itu keluar pada waktu pagi dengan perut kosong(lapar), dan pada waktu sore ia kembali dengan perut kenyang.” [HR.At-Tirmidzy(4/2344),Ibnu Majah(2/4164),dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak(4/318),dan dia berkata::โ€hadits ini hasan shahih.โ€dan disepakati oleh Adz-Dzahaby)]

Dari keterangan ini, maka jelaslah! bahwasanya setiap dari kita telah dijamin rezekinya oleh Allah -Subhanahu wa Taโ€™ala- tinggal usaha dari kita untuk mendapatkannyaยญ. Karena rezeki tidak turun begitu saja dari langit, akan tetapi dibutuhkan usaha, kesungguhan serta tawakkal yang sempurna. Oleh karena itu, Nabi -Shollallahu alaihi wa sallam- memberikan perumpamaan dengan seekor burung yang keluar dari sarangnya untuk mencari rezeki. Burung itu tidak tinggal di dalam sarangnya menunggu rezeki yang datang kepadanya.Akan tetapi,dia berusaha dengan terbang kesana kemari untuk mendapatkan makanannya. Dan manusia yang Allah -Subhanahu wa Taโ€™ala- memberikan banyak fasilitas kepadanya dibandingkan burung ( berupa kaki, tangan, hati, dll ) maka itu lebih layak baginya untuk berusaha dalam mencari rezekinya. jangan menjadi peminta dan tetap berusaha.

sumber : www.artikelislami.com

Menjemput Rezeki

Senin, April 2nd, 2012

Setiap makhluk pasti diberi rizki oleh Allah SWT. Binatang saja yang tak diberi akal mampu makan dan memberi makan kepada anak-anaknya. Karena itu, setiap orang yang berusaha tentu akan selalu diberi rezeki oleh Tuhannya. Soal besar kecilnya rizki yang diberikan, itu hak prerogratif Allah. Kita hanya diwajibkan untuk berusaha dan semua itu harus dilakukan dengan cara yang halal dan diridhoi Allah agar pada akhirnya akan mendapat keberkahan.

Pilihan apapun untuk mendapatkan rezeki adalah sah-sah saja. Hal itu disesuaikan dengan keinginan dan kemampuan kita pula. Biarpun Allah sudah menetapkan rezeki bagi kita, tetapi ikhtiar yang dilakukan oleh kita pun mesti optimal. Kita tidak bisa menunggu rezeki itu jatuh dari langit, sebab tidak akan ada asap kalau tidak ada api, dan tidak mungkin akan rezeki yang bisa kita dapatkan selama kita sendiri tidak berikhtiar. Allah sangat tidak suka dengan orang yang ingin rezeki tetapi tidak mau berusaha. Bisa jadi orang tersebut sombong dan tidak mau bersyukur sebab bersyukur atas nikmat Allah sendiri adalah dengan cara bekerja pula menjemput rezeki, yang tentunya dalam bidang apa saja.

Rezeki tidak akan datang sendiri. Karena itu bukalah mata hati kita untuk bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan rezeki, yang penting halal. Bisakah kita melakukannya? Tentu saja bisa karena orang yang lahir ke dunia ini tentu diberi akal. Akal itulah yang harus dimanfaatkan untuk bisa berjuang agar mendapatkan rezeki untuk memenuhi kebutuhan kita. Jangan menganggap bahwa kehidupan itu adalah sim salabim, yang dalam waktu sekejap bisa berubah segalanya.

Menjemput rezeki dari Allah harus dipahami sebagai bagian dari perjuangan setiap insan manusia untuk mewujudkan segala mimpi-mimpinya. Di sinilah kita akan mengetahui tentang kebesaran Allah. Allahlah Sang Maha Pemberi Rezeki. Tidak mungkin segala sesuatu itu datang tiba-tiba tanpa ada sebab yang membuatnya seperti itu.

Yakinlah, Allah memang telah menebarkan rezeki bagi umat-Nya. Tetapi semua itu bisa didapatkan tatkala ada usaha yang dijalani alias ikhtiar. Jangan menganggap segalanya sulit selama itu belum dicoba, sebab yang seringkali membuat sulit bukan keadaan melainkan pandangan kita kepada segala sesuatu itu sulit, sehingga kerap yang didapatkan adalah kesulitan. Sekali lagi, menjemput rezeki dari Allah adalah ibadah. Karena itu lakukanlah secara baik karena selain berpahala juga mendapatkan pahala dari Allah SWT.***

sumber : http://www.promagmulia.com